Wisuda……… membuat keramaian sehingga memacetkan jalan raya ketika pelaksanaanya berlangsung.
Wisuda......... Ketika pelaksanaannya berlangsung; di suatu tempat yang sama, di waktu yang bersamaan pula membaur sebuah rasa; haru, tangis bahagia, gembira, merana, bingung maupun biasa-biasa saja.
Wisuda (Wih… Sudah)!!! yang berarti “telah selesai” menandakan bahwa telah berakhirnya jengjang studi seseorang yang telah ditempuh selama beberapa masa.
Lantas setelah wisuda, “Apakah seorang mantan
mahasiswa bisa lebih menikmati hidup mengalir apa adanya?” Jawabannya tentu tidak. Justru setelah wisuda diharapkan bagi kita untuk bertindak lebih nyata. Bekal selama studi di bangku kuliah sebisa mungkin untuk diaplikasikan dan dipergunakan untuk mengurai persoalan-persoalan mengemuka di tengah masyarakat luas, sedikit contohnya adalah bekerja. Dengan bekerja, seorang lulusan Sarjana minimal tidak menambah persolan mengenai tingginya angka pengangguran di Indonesia.
Sekedar mengetuk hati kita sebagai seorang lulusan Sarjana. Berapa biaya yang harus dikeluarkan orang tua demi menuntaskan pendidikan tinggi kita? Memang, pendidikan merupakan investasi yang sangat berharga. Lalu……. “Kapan investasi yang telah ditanamkan orang tua kita bisa beliau nikmati?” Sekarang juga, minimal kita harus sadar diri bahwa mencari nafkah itu tidah mudah seperti apa yang telah kita terima dari orang tua. Dengan sadar diri, kita harus lebih bisa mandiri. Kemudian buatlah mimpi untuk sesegera mungkin bisa mengembalikan investasi orang tua kita meskipun beliau (pasti) tidak menuntutnya. Kerja……. Kerja……. Kerja…….


Tidak ada komentar:
Posting Komentar