Pada sekitar pertengahan Mei 2008, tepatnya setelah aku menjalani Ujian Akhir Semester tiba-tiba tawaran yang mengejutkan datang dari Ibuku. Meskipun pada saat itu tugas Skripsi belum tuntas, secara spontan demi memperoleh kesempatan untuk mengunjungi pulau Borneo kuterima begitu saja. Tujuan utama keberangkatanku ke Kalimantan adalah mengantar seorang yang akan bekerja di sana. Penentuan keberangkatan hingga pemesanan tiket saya rundingkan dengan Ibu di rumah dan Kakak yang nota bene sudah ada di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Singkat cerita, keberangkatan saya dengan seorang yang saya antarkan berlangsung pada Jum’at siang dari Bandara Abdurahman Saleh Malang hingga sampai di Bandara Sepinggan Balikpapan memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan udara. Banyak hal yang saya pelajari di sana, mulai dari aktivitas keseharian Kakak yang bekerja dan kuliah, hingga petualanganku bersama saudara sebaya dan teman-temannya. Kenangan yang masih tersimpan di benak saya adalah perjalanan menuju Objek wisata yang kami lakukan dengan mengendarai sepeda motor berdurasi hingga sekitar 3 jam serta beberapa jalan terjal beserta pemandangan alam yang masih alami hingga akhirnya tiba pada sebuah bukit bernama bangkirai yang konon sudah memasuki kawasan Kutai Kartanegara. Di dalam hutan belantara di Bukit Bangkirai itu secara tidak sengaja kami temui sebuah Jembatan Kanopi, hingga kami mencobanya dan tentunya tidak lupa mengabadikan momen selama berada di atas jembatan
Kawasan wisata alam Bukit Bangkirai yang dikelola PT. Inhutani I Unit I Balikpapan, bisa dijadikan alternatif liburan yang berbeda dari tempat wisata lainnya. Terletak di Kecamatan Samboja, Kab. Kutai Kertanegara, Kawasan Wisata Bukit Bangkirai menawarkan pesona hutan hujan tropis yang masih alami. Pengunjung bahkan dapat mendengarkan kicauan burung dan suara-suara satwa hutan lainnya. Para pengunjung juga dapat mencoba tantangan untuk meniti canopy bridge atau jembatan tajuk sepanjang 64 m yang digantung menghubungkan 5 pohon Bangkirai di ketinggian 30 m. Untuk mencapai canopy bridge, terdapat dua menara dari kayu ulin yang didirikan mengelilingi batang pohon Bangkirai. Dari atas canopy bridge, wisatawan dapat dengan leluasa melihat panorama hutan hujan tropis (tropical rain forest) Bukit Bangkirai serta mengamati dari dekat formasi tajuk tegakan "Dipteropcarpaceae" yang menjadi ciri khas hutan hujan tropis. Selengkapnya.......


Tidak ada komentar:
Posting Komentar